Friday, September 20, 2013

Karakteristik Kepribadian yang harus di miliki Satpam

Satpam di tuntut mempunyai karakteristik pribadi yang telah di klasifikasikan sbb:

Energi fisik dan Mental
Hampir setiap satpam dituntut memiliki tenaga jasmani dan rohani yang luar biasa, yaitu mempunyai daya tahan , keuletan, kekuatan atau tenaga yang tak pernah habis. Hal ini di tambah dengan kekuatan kekuatan mental berupa semangat juang, motivasi kerja,dan disiplin, kesadaran, keuletan, ketahanan batin dan kemauan yang luar biasa untuk mengatasi semua permasalahan yang di hadapi.

Bersemangat Untuk Mencapai Tujuan
Bersemangat Untuk Mencapai TujuanSatpam dituntut memiliki keyakinan akan kebenaran dan kegunaan semua perilaku yang akan kebenaran dan kegunaan semua perilaku yang di kerjakan dan tahu persis ke mana arah yang akan di tuju, serta memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun bagi kelompoknya.

Bergairah dalam Bekerja
Pekerjaan satpam yang dilaksanakan dan tujuan satpam yang akan di capai itu harus sehat, bernilai, memberikan harapan-harapan yang menyenangkan, kerja memberikan sukses dan menimbulkan semangat.

Ramah Tamah dan Kasih Sayang
Kasih sayang dan dedikasi Satpam dapat menjadi tenaga penggerak yang positif untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang menyenangkan bagi semua pihak sedangkan keramahan itu mempunyai sifat mempengaruhi orang lain, juga membuka setiap hati yang masih tertutup untuk menanggapi kemudahan Satpam dalam melaksanakan tugasnya.

Setia (loyal) terhadap perusahaan
Satpam dalam mendukung pemimpin harus bersifat terbuka, merasa utuh, bersatu, sejiwa dan seperasaan dengan pemimpinnya, bahkan senasib sepenanggungan dalam perjuangan yang sama.

Memiliki keahlian teknis
Satpam dalam mendukung pemimpinnya yang berhasil itu memiliki satu/beberapa kemahiran teknis itu agar ia mempunyai kewajiban dan kekuasaan untuk melaksanakan tugasnya.

Ketegasan dan konsisten
Satpam dalam mendukung pemimpinnya pasti dapat mengambil keputusan secara tepat, tegas dan cepat sebagai hasil dari kearifan dan pengalamannya.

Kecerdasan dan kesanggupan mengambil keputusan
Kemampuan satpam untuk melihat dan memahami dengan baik, mengerti sebab dan akibat kejadian, menemukan cara yang tepat untuk memecahkan masalah.

Kecakapan mengajar
Satpam dituntut mampu mendidik, mendorong, dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya untuk ikut serta mendukung tugas pekerjannya.

Jujur dapat dipercaya
Jujur dapat dipercaya
Keberhasilan Satpam dalam mendukung pemimpin itu pada umumnya perlu di dukung oleh kepercayaan orang-orang di lingkungan organisasi.

Dari uraian di atas satpam dalam mendukung keberhasilan pemimpin yang cukup kuat dalam mendukung melaksanakan tugas dalam sebuah organisasi. Uraian di atas merupakan rangkuman semua sifat yang telah di temukan yang besar kemungkinannya menjadi satpam dalam mendukung kesuksesan pemimpin dan sifat tersebut menyumbang bagi keberhasilan kepemimpinan.

Tuesday, September 17, 2013

Peran Satpam dalam mendukung pemimpin mencapai keeberhasilan Organisasi

Pemimpin berbeda dengan pengikutnya,seorang pemimpin yang efektif juga berbeda dengan seorang pemimpin yang tidak efektif dalam alur keperibadiannya, kemampuan kognitifnya, kecakapannya, dan nilai-nilai yang dianutnya. Pemimpin adalah pribadi yang memiliki keterampilan teknis, khususnya dalam satu bidang, hingga mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktifitas, demi pencapaian satu atau beberapa tjuan organisasi. Seorang satpam dituntut pula memiliki karakteristik pemimpin, terutama dalam mencapai tujuan pengamanan di lingkungan organisasi. Keterampilan teknis seorang satpam terutama berhubungan dengan keterampilan bidang pengamanan.

Keperibaian seorang satpam dapat mempengarui pimpinan melalui temapamenya, yang dapat bersifat sabar maupun pemarah, sehingga akan mempengarui pimpinan melaksanakan tugas kepemimpinannya. Pengalaman dan pengabdian satpam juga berperan dalam mempengarui pimpinan menjalankan kepemimpinan dalam organisasi. Keperibadian satpam ini bila di hubungkan dengan perilaku pemimpin merupakan ajaran tentang tingkah laku untuk membedakan mana yang benar dan salah. Artinya yang baikadalah boleh di lakukan dan yang salah harus di hindari untuk di lakukan.

Agar seorang satpam dapat mendukung pemimpin memimpin organisasi dengan efektif, dia harus mempunyai prinsip. Satpam dapat menciptakan suatu kultur atau sistem nilai yang berpusatkan pada prinsip prinsip yang:
  • Memiliki visi, keberanian dan kerendahan hati untuk selalu belajar tumbuh.
  • Mempunyai semangat untuk selalu belajar
  • belajar melalu mendengarkan, melihat kecenderungan yang timbul,menangkap dan mengantisipasi kebutuhn-kebutuhan.
  • Mengevaluasi kesuksesan dari kesalahan masa lalu dan menyerap pelajaran yang di ajarkan oleh hati nurani.
Satpam dan Organisasi
Satpam seperti ini tidak menentang perubahan, tetapi dia akan memeluk dan mendekap perubahan. Masalah dasar satpam dalam mendukung pemimpin organisasi adalah dengan pengembangan skill yang secara kontruktif mempengaruhi pemimpin mencapai tujuan tujuan yang di dpesifikasikan, sehingga akibatnya adalah mencapai bahwa seorang satpam yang inggin memperbaiki dirinya sendiri, situasi, dimana kelompok-kelompok bekerja dan teknik-teknik komunikasi dengan apa yang dilaksanakan.

Friday, September 13, 2013

Interaksi Kepemimpinan Dalam Organisasi

Kepemimpinan dalam Interaksi antara pemimpin, pengikut dan situasi


Kepemimpinan dapat dimakanai sebagai suatu proses mempengarui sekelompok orang secara terorganisasi untuk menuntaskan tujuan yang telah di tetapkan, pada penjelasan berikut rumusan ini akan lebih di perluas lagi dengan memperkenalkan dan menjelaskan tiga faktor dalam kerangka kerja suatu proses kepemimpinan.

Kerangka ini dapat bermanfaat untuk meneliti beragam situasi kepemimpinan . Kepemimpinan dapat dilihat dari berbagai aspek para pemimpin itu sendiri, seperti keperibadiannya, kegiatan, kerohaniannya, motivasinya dsb. Untuk melengkapinya diperlukan pendekatan situasi nya, serta para pengikutnya. Jadi jelas, bahwa keberhasilan kepemimpinan harus di amati bukan hanya sekitar pribadi pemimpinnya, tetapi juga setiap faktor yang berpengaruh terhadap kepemimpinan tersebut, terutama situasi dan pengikutnya.

Pentingnya pemimpin, pengikut dan situasi dalam proses kepemimpinan merupakan kerangka kerja interaksional. Kerangka kerja interaksional ini dapat di gambarkan sbb:
  1. Kepemimpinan terdiri dari interaksi tiga elemen, yakni: pemimpin, pengikut, dan situasi
  2. Setiap fungsi mengandung berbagai masalah, tetapi dlam pelaksanaannya tidak dapat di lakukan terpisah pisah. Artinya kadar kepemimpinan itu adalah seluruh interaksi antar fungsi-fungsi tersebut dengan berbagai masalah yang ada di dlamnya menjadi satu.
  3. Mengenai pengikut, mencatat beberapa sifat pengikut, antara lain:
  • Pengikut yang teralinasi: pengikut yang merasa di singkirkan (yang menurut mereka karena mereka mengkritik pemimpin secara sehat) pemimpin melihat mereka sebagai kelompok yang sinis, negatif dan over acting.
  • Pengikut yang kompromis: lazim disebut kelompok "yes people". Walaupun mereka termasuk pendukung fanatik pemimpin tertentu, dapat menjadi masalah di kala perilaku merka bertentangan dengan kebijakan organisasi berubah (biasanya pengikut yang demikian adlah produk kepemimpinan yang otoriter.
  • Pengikut yang pragmatis: dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan organisasi, Mereka biasanya berikap moerat, tetapi justru dengan kemoderatannya itu kerap kali juga sukar di ukur apa sebenarnya kemauan mereka. Sebaiknya di ajak bersama-sama dalam menentukan aturan-aturan birokrasi organisasi, karena mereka dapat memberikan kontribusi yang positif.
  • Pengikut yang pasif: sangat tergantung petunjuk pimpinan, dengan antusiasme yang rendah, inisiatif yang kurang, dan kurang bertanggung jawab, pimpinan melihatnya sering sebagai orang-orang yang kurang kemampuannya, malas dan bodoh. Tapi harus di teliti juga, dapat saja itu terjadi karena mereka selalu di tekan untuk mengikutu kemauan sang pemimpin yang keras, sehingga merka tidak mau ambil resiko.
  • Pengikut teladan: Pengikut yang konsisten terhadap cita-cita organisasi, dapt mengambil posisi yang baik antara pimpinan dan kepentingan kelompok, bersikap bebas, inovatif, objektif. Kerap kali pimpinan menjulukinya mereka sebagai oposan loyal. Etapi sebenarnya seorang pimpinan patut bersyukur di keliligi orang seperti itu.

Suatu teori yang menggambarkan dua jenis hubungan antara pimpinan dan pengikutnya, tinggal bagaimana pimpinan mengelolanya agar terdapat keserasian pertukaran tersebut secara seimbang, sehingga terjadi dinamika yang sehat dlam organisasi tersebut. Selanjutnya akan di bahas secara singkat perihal ketiga fungsi kepemimpinan tersebut yakni : pimpinan, pengikut dan situasi.

Thursday, September 12, 2013

Kepemimpinan (leadership) dalam suatu organisasi

Kepemimpinan Organisasi

Istilah kepemimpinan berasal dari kata dasar 'pimpin' yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata "pimpin" lahirlah kata kerja "memimpin" yang artinya membimbing atau menuntun dan kata benda "pemimpin" yaitu orang yang berfungsi memimpin atau menuntun. Istilah pemimpin berasal dari kata asing leader dan kepemimpinan dari leadership. Sekalipun kepemimpinan tidak sama dengan manajemen (management) teta[i kedua hal itu tidak dapat di pisahkan.

Perbedaan antara manajemen dengan kepemimpinan, sebagai berikut:
  1. Kepemimpinan itu nuansanya mengarah kepada kemampuan individu, yaitu kemampuan dari seorang pemimpin, sedangkan manajemen mengarah kepada sistem dan mekanisme kerja.
  2. Kepemimpinan merupakan kualitas hubungan atau interaksi antara si pemimpin dan pengikut dalam situasi tertentu sedangkan manajemen merupakan fungsi status atau wewenang (authority). Jadi kepemimpinan menekankan kepada pengaruh (wibawa) terhadap pengikut, sedangkan manajemen menekankan pada wewenang yang ada.
  3. Kepemimpinan menggantungkan diri pada sumber-sumber yang ada dalam dirinya (kemampuan dan kesanggupan) untuk mencapai tujuan, sedangkan manajemen mempunyai kesempatan untuk mengerahkan dana dan daya (funs and forces) yang ada di dalam organisasi untuk mencapai tujuan secara efisiensi dan efektif.
  4. Kepemimpinan di arahkan untuk mewujudkan keinginan si pemimpin, walaupun juga mengarah ketercapaiannya tujuan organisasi, sedangkan manajemen mengarah pada tercapainya tujuan organisasi secara langsung.
  5. Kepemimpinan lebih bersifat hubungan personal yang berpusat pada diri si pemimpin, pengikut dan situasi, sedangkan manajemen bersifat impersonal dan kuantitatif.
Walapun kedua hal tersebut (kepemimpinan dan manajemen) berbeda, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kepemimpinan merupakan salah satu sarana dalam menggerakkan (actuating) dan yang terakhir dalam fungsi manajemen (management) sehingga wajarlah apabila kepemimpinan harus di pelajari oleh para pejabat pimpinan (managers).

KEPEMIMPINAN DALAM SUATU ORGANISASI
Berorganisasi
Kepemimpinan merupakan sesuatau yang melekat pada diri si pemimpin, dan oleh karenanya kepemimpinan dapat di kaitkan dengan pembawaan, keperibadian (personality) kemampuan (ability) dan kesanggupan (capability) yang mana kesemuanya itu mengarah kepada ciri - ciri atau sifat-sifat tertentu. Kepemimpinan dapat pula dikatakan sebagai suatu kegiatan (activity) dari si pemimpin. Kepemimpinan dapat pula di katakan sebagai proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, pengikut dan situasi.

Pengertian umum kepemimpinan dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan seseorang dalam memimpin, membimbing, mempengaruhi/mengontrol pikiran serta tingkah laku orang lain yang ada di bawah pengawasannya. Proses kegiatan kepemimpinan ini dapat di iringi baik dengan paksaan maupun tanpa adanya pemaksaan, namun dalam pelaksanannya pun dapat di lakukan dengan memberikan pengaruh terhadap pengikut melalui suatu proses komunikasi dalam situasi tertentu. Sehingga seorang pemimpin di tuntut harus memiliki kemampuan dalam mengarahkan semua potensi sumber daya manusia yang ada secara maksimal dan seefektf mungkin ke arah tercapainya suatu tujuan yang telah di tetapkan.

Seorang pemimpin harus dapat berperan aktif dalam suatu tindakan, termasuk menilai pembentukan struktur dalam interaksi sebagai bagian dar proses pemecah masalah-masalah bersama termasuk masalah keamanan dalam organisasi, maupub masalah keamanan di luar lingkungan organisasi.

Kepemimpinan dalam arti nilai instrumentalnya dalam tujuan-tujuan dan pemuasan kebutuhan kelompok. Pengakuan atas nilai instrumental dari kepemimpinan memposisikan sebagai peran yang di pilahkan (defferentiated role)dengan berupaya memadukan berbagai macam peran dari kelompok dan memelihara kesatuan tindakan dalam usaha-usaha kelompok ke arah tercapainya tujuan. Kepemimpinan memerlukan bentuk hubungan manusiawi yang efektif, artinya hubungan manusiawi dalam kepemimpinan adalah cara seseorang pemimpin dalam memperlakukan orang yang di pimpinnya, yang aklan menunjang atau tidak bagi pencapaian tujuan kelompok / organisasi.

Kepemimpinan sebagai suatu proses sosial menempatkan kepemimpinan merupakan antar dorongan sosial yang menyebabkan sejumlah orang mulai bersiap-siap mencapai tujuan dengan semangat dan penuh harapan. Kelompok ini adalah penting dalam menarik perhatian pada kenyataan bahwa kepemimpinan tumbuh dari proses interaksi itu sendiri, kepemimpinan dapat di simak / di kaji dan ternyata benar apabila di akui dan di dukung oleh anggota lain dalam suatu kelompok atau organisasi.